Penting! Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Dada

by

Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Dada | Nyeri dada bisa terjadi di area dada dan sekitarnya, seperti dada kiri, dada kanan, rusuk, bahkan pada bahu. Gejala ini umum dialami oleh siapapun dengan usia berapa pun dengan penyebab yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sulit untuk mendiagnosa penyebab yang pasti nyeri dada tanpa adanya pemeriksaan medis lebih lanjut.

Maka dari itu, ketika nyeri dada kambuh, berarti ada sesuatu yang tak beres dengan tubuh Anda. Karena gangguan nyeri dada biasanya berkaitan erat dengan masalah kesehatan jantung Anda. Adapun beberapa penyebab nyeri dada bisa karena penyakit jantung, serangan jantung, keasaman dan bahkan gangguan paru-paru.

CATATAN: Bila nyeri dada Anda berada di pusat dada, sebelah kanan atau kiri yang disertai dengan berkeringat, sesak napas, linu di leher dan perasaan mual, segera minta pertolongan medis. Berikut adalah beberapa penyebab nyeri dada yang perlu Anda waspadai.

Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Dada

Penyakit Jantung
Salah satu penyebab utama nyeri dada disebabkan penyakit jantung yang dikenal dengan sebutan ‘angina’. Penelitian menyatakan bahwa setiap orang dapat menderita angina dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tergantung pada jenis penyakit jantungnya.

Dalam kasus seperti ini, nyeri dada dirasakan di daerah bahu dan menjalar ke seluruh anggota badan. Jika sudah demikian, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk tindakan pencegahan.


Baca juga: Cara Mudah Mencegah Serangan Jantung Sejak Dini

Tegang
Tidak banyak orang yang menyadari bahwa tegang dapat menjadi pemicu nyeri pada dada. Ketika ada peningkatan tekanan darah di arteri yang membawa darah ke paru-paru, hal itu dapat menimbulkan rasa sakit di dada.

Untuk mengatasi ketegangan, lakukan teknik pernapasan berikut ini. Tarik napas dalam-dalam, tahan beberapa detik. Lalu hembuskan melalui mulut. Lakukan teknik beberapa kali sampai ketegangan yang Anda rasakan sirna.

Keasaman
Penyakit gastroesophageal reflux juga dikenal sebagai GERD adalah penyebab lain nyeri dada dimana dada terasa seperti terbakar di dada. Gejalan ini biasanya disertai dengan bersendawa terus-menerus, sesak di dada dan nyeri di daerah bahu.

Masalah Paru-Paru
Meskipun hal ini mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran Anda, masalah paru-paru juga dapat menjadi penyebab nyeri dada. Emboli paru adalah gangguan paru-paru di mana gumpalan darah berkembang di arteri paru-paru sehingga mencegah aliran darah sehingga menyebabkan rasa nyeri di dada.

Simak juga: 6 Fakta Menari Tentang Paru-Paru

Stres
Stres adalah penyebab lain munculnya rasa sakit di dada. Ketika tubuh mengalami stres, detak jantung akan meningkat, dan tekanan darah juga meningkat pesat yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari aliran darah ke jantung sehingga mengakibatkan nyeri dada.

Depresi
Depresi memang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, terutama dengan jantungi. Ketika Anda merasa tertekan, ada peningkatan denyut jantung dan aliran darah lebih cepat ke jantung. Alhasil, muncullah nyeri dada yang tiba-tiba.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari depresi karena dapat mempengaruhi kesehatan fisik Anda. Jika Anda sudah merasa suntuk dan lelah, luangkan waktu sejenak untuk beristirahat dan mencari hiburan pereda stres.

Baca juga: Cara Ampuh Meredakan Stres dengan Makanan

Cedera
Cedera pada tulang rusuk, otot atau dinding dada akan mengakibatkan nyeri dada. Jenis nyeri dada biasanya terus menerus dan dapat diobati dengan obat-obatan.

Tubuh Terlalu Diforsir
Ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk menjalankan proses metabolisme, hal itu mengakibatkan menghasilkan ketegangan pada otot dan organ. Efek ketegangan ini menyebabkan nyeri dada. Tubuh terlalu diporsir merupakan salah satu dari banyak penyebab nyeri dada dan dapat diredakan dengan istirahat dengan cukup.

Nah, demikian 8 penyebab nyeri dada dan cara mengatasinya. Jangan anggap remeh nyeri dada yang Anda rasakan. Usahakan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari junk food agar kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan bisa terjaga dengan baik. (bs/mw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *