Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Seafood atau Kepiting?

by
Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Seafood atau Kepiting?

Ibu hamil tentu menginginkan anak yang akan dilahirkannya menjadi anak yang cerdas dan sehat. Makanan laut yang kaya omega 3 adalah salah satu yang penting untuk melengkapi kebutuhan ibu hamil.

Namun beberapa sumber meyebutkan bahwa seafood dan kepiting merupakan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Benarkah demikian? Mengapa makanan yang kaya omega 3 dan protein tersebut dilarang?

Protein dan omega 3 sangat berperan dalam pembentukan otak pada janin. Selain karena ibu yang aktif bergerak, perkembangan otak pada janin juga bisa dipicu dengan omega 3 dan protein yang cukup. Kandungan omega 3 dan protein utamanya bisa didapat dari hewan laut seperti kepiting, ikan tuna, seafood dan lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ikan laut, seafood, termasuk kepiting adalah makanan yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

Baca juga: 7 Makanan & Minuman Pantangan Ibu Hamil

Namun yang menjadi catatan adalah laut merupakan media pembuangan logam berat dan limbah kimia saat ini. Semua aktivitas yang berada di permukaan laut dan menggunakan bahan kimia tentu sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di dalamnya. Ikan-ikan kecil tentu saja mudah terkena polutan termasuk ikan tuna yang sangat besar kandungan protein dan omega 3 nya.

Charless Santere seorang ahli nutrisi pernah menjelaskan bahwa, selain ikan kecil, ibu hamil juga dilarang untuk mengkonsumsi ikan besar seperti hiu dan todak. Hal ini karena ikan-ikan besar tersebut adalah predator ikan-ikan kecil yang penuh polutan. Jadi logika dasar dari analisa Charless ini adalah ikan besar memungkinkan terjadinya pengendapan polutan logam berat yang lebih banyak dari pada yang lain.

Maka sebenarnya seafood dan kepiting boleh dikonsumsi oleh ibu hamil jika berhati-hati dalam memilih jenis dan habitat dasarnya. Kandungan logam berat seperti merkuri akan membuat risiko yang cukup besar pada janin, terutama terhadap perkembangan otak. Merkuri yang berlebuh akan membuat otak janin rusak. Dampaknya bisa dilihat dari bayi yang lahir dengan gangguan mental, gangguan fungsi komunikasi hingga kebutaan.

Jika memang tidak bisa memilih seafood dan kepiting yang baik, usahakan untuk mendapatkan suplemen omega 3 dan protein dari makanan lain. Charless Santere merekomendasikan jenis ikan salmon untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain karena kandungan protein dan omega 3 yang tinggi, ikan salmon tidak mudah terkena polutan. Ikan ini selalu bergerak melawan arus air dan jarang hidup di air yang tidak bergerak atau tenang. Maka kesempatan untuk terkena polutan sangat minim.

Simak juga: 10 Cara Ampuh Ketahui Kehamilan Tanpa Testpack

Anda bisa mengkonsumsi ikan ini dengan cara dimasak matang dan bukan dalam bentuk mentah seperti sajian sushi. Memang sangat sulit untuk menghindari hadirnya polutan pada makanan laut, mengingat laut merupakan pembuangan limbah kimia, khususnya merkuri. Maka Anda harus benar-benar selektif untuk memilih seafood dan makanan laut lain untuk dikonsumsi. (mw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *