10 Tips Alami Punya Badan Langsing dan Sehat

by

Mempunyai tubuh yang langsing dan fit tidak hanya penting untuk menjaga penampilan, tetapi juga untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Agar tubuh Anda tetap langsing, Anda harus terlebih dahulu memastikan bahwa berat badan Anda sudah ideal berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tinggi badan yang diukur menurut hitungan BMI (Body Mass Index).

10 Tips Alami Punya Badan Langsing dan Sehat
Setelah memiliki tubuh ideal, tugas berat selanjutnya adalah menjaga berat badan tetap ideal dengan bentuk tubuh yang langsing. Selain menerapkan pola makan yang baik, Anda juga harus berolahraga secara rutin. Kuncinya adalah komitmen dan konsistensi untuk tetap fit dan sehat. Berikut adalah 10 tips untuk tetap langsing dan sehat yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berhenti makan ketika perut Anda 80% penuh

Ini akan membantu Anda menghindari makan berlebihan. Tips ini juga akan membuat perut Anda bekerja maksimal dalam mencerna makanan. Penelitian menunjukkan bahwa makan perlahan-lahan juga meningkatkan rasa kenyang.

2. Coba kontrol porsi makan Anda

Kebanyakan orang tidak menyadari betapa kontrol porsi dapat membantu upaya penurunan berat badan. Dalam studi tahun 2004 yang melibatkan 329 peserta yang mengalami kelebihan berat badan, 38% dari mereka kehilangan 5% dari berat badan mereka setelah berlatih kontrol porsi selama 2 tahun. Penelitian dilakukan oleh para peneliti di Health System Summa di Ohio.

3. Minum minuman detox

Mulailah hari Anda dengan minum air hangat dicampur dengan lemon. Hal ini meningkatkan pencernaan, membuang keluar racun, menyeimbangkan kadar pH dan membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat.

Pilihan lain adalah untuk mencampur 1 sampai 2 sendok teh, cuka sari apel tanpa filter dalam gelas tinggi air dan meminumnya sekali atau dua kali sehari. Anda juga dapat menambahkan madu atau pemanis alami seperti stevia untuk minuman ini.

4. Perbanyak aktifitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab paling jelas dari berat badan yang tidak sehat. Anda tidak perlu latihan yang intens. Bahkan, Anda dapat menikmati aktivitas fisik pilihan Anda seperti jalan cepat, berlari, jogging, berenang, menari, aerobik atau bersepeda. Bahkan berkebun bisa menjadi latihan yang bagus karena membantu Anda membakar lebih dari 300 kalori per jam.

5. Makan sarapan sehat

Studi telah menemukan bahwa mereka yang melewatkan sarapan dan makan lebih sedikit dalam sehari cenderung lebih berat dari orang-orang yang memiliki sarapan sehat dan makan 4 atau 5 kali sehari. Para ilmuwan juga percaya bahwa sarapan tinggi protein bisa menjadi kunci untuk melangsingkan karena membuat Anda merasa kenyang, dan dengan demikian meningkatkan kontrol nafsu makan.

6. Mengenali rasa lapar

Hipotalamus, daerah otak yang mengontrol rasa lapar dan haus, mengirimkan sinyal yang sama untuk keduanya. Untuk menentukan apakah Anda lapar atau haus, minum segelas air dan tunggu minimal 15 menit. Jika keinginan Anda untuk makan reda, maka itu adalah haus, tidak lapar.

7. Menghindari makanan cepat saji

Junk food dan soda yang banyak disalahkan untuk masalah obesitas. Namun, dengan membuat pilihan makanan sehat, Anda dapat secara signifikan mengurangi lemak dan kalori dalam diet Anda.

8. Kurangi stres

Stres adalah salah satu faktor yang paling umum yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Pasalnya, stres dapat meningkatkan tingkat di mana tubuh Anda menyimpan lemak dan mengurangi kemampuan Anda untuk membakar lemak.

Pelepasan kortisol selama stres meningkatkan nafsu makan. Juga, stres membuat Anda mendambakan gula karena makanan manis dan tinggi lemak merangsang otak untuk melepaskan bahan kimia yang meningkatkan kenikmatan.

9. Kurang tidur

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko penambahan berat badan dan obesitas. Kurang tidur memperlambat metabolisme dan mempengaruhi hormon Anda, sehingga meningkatkan rasa lapar Anda.

10. Melakukan pemeriksaan medis rutin

Melacak berat badan Anda dan jika Anda mengalami kenaikan berat badan tiba-tiba atau tidak dapat dijelaskan, konsultasikan dengan dokter Anda untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi yang mendasarinya seperti diabetes, hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik, menopause, depresi dan sindrom Cushing.

Baca juga:
(mw/kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *