7 Bahaya Kesehatan Kebiasaan Menggigit Kuku

by

Kebiasaan menggigit kuku, juga dikenal sebagai onychophagia, adalah kebiasaan umum yang banyak orang lakukan tanpa menyadarinya. Menurut American Academy of Dermatology, menggigit kuku biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan dapat terus sampai dewasa. 

7 Bahaya Kesehatan Kebiasaan Menggigit Kuku
Tanpa disadari, orang mulai menggigit kuku mereka di sela-sela kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menonton televisi atau berbicara di telepon. Kebiasaan ini juga kerap dilakukan pada saat stres, suka cita, atau bosan.

Jika Anda memiliki kebiasaan menggigit kuku, sekarang saatnya untuk berhenti. Menggigit kuku bisa menjadi gejala dari masalah yang lebih besar seperti obsesif-kompulsif (OCD) atau depresi. Berikut adalah alasan mengapa menggigit kuku berbahaya untuk kesehatan Anda.

1. Menyebarkan kuman ke mulut

Tangan dan kuku sarat dengan bakteri, jamur, ragi dan kuman berbahaya lainnya. Bila Anda meletakkan tangan kotor dan kuku di mulut Anda, Anda hanya meningkatkan risiko infeksi. Kuku merupakan lokasi yang ideal untuk bakteri seperti salmonella dan E. coli.

Sebuah studi 2007 yang diterbitkan diuji 59 orang untuk melihat apakah menggigit kuku memiliki efek nyata pada mengangkut bakteri mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enterobacteriaceae yang lebih umum di rongga mulut anak-anak dengan kebiasaan menggigit kuku (76%) dibandingkan pada anak-anak dengan tidak ada kebiasaan menggigit kuku (26,5%). Bahkan bisa meningkatkan risiko kutil dan infeksi herpes.

2. Masalah perut

Ketika Anda menggigit kuku Anda, mikroba berbahaya ditransfer dari kuku Anda ke mulut Anda dan membuat jalan mereka ke usus Anda. Sekali di dalam perut, mikroba ini dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal yang menyebabkan diare dan sakit perut.

Anak-anak yang menggigit kuku berada pada risiko yang lebih besar dari penyakit pencernaan dan usus seperti infeksi cacing usus karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah.

3. Infeksi kuku

Menggigit kuku juga meningkatkan risiko infeksi kuku. Ketika Anda menggigit kuku Anda, lecet terjadi di sekitar kulit di dekat kuku Anda. Bakteri berbahaya, ragi dan mikroorganisme lainnya dapat masuk melalui lecet ini, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Infeksi dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan dan nanah di sekitar kuku Anda, yang sulit untuk mengobati jika Anda tidak berhenti menggigit kuku. Menurut American Academy of Dermatology, menggigit kuku dapat menyebabkan hangnails dan membuat kulit di sekitar kuku Anda berdarah.

4. Kerusakan kutikula

Selain membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi, menggigit kuku dapat menyebabkan kerusakan parah pada kuku, kutikula serta kulit di sekitarnya. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Indian Journal of Plastic Surgery melaporkan bahwa cacat kuku dapat disebabkan oleh kebiasaan bawah sadar seperti menggigit kuku serta mengambil objek menggunakan kuku.

5. Masalah gigi

Menggigit kuku sama sekali tidak baik untuk kesehatan gigi Anda. Hal ini dapat mengganggu oklusi gigi yang tepat dan gigi Anda mungkin bergeser dari posisi semula. Hal ini juga dapat membuat retak bagian bawah gigi depan Anda dari waktu ke waktu.

Mereka yang memakai kawat gigi menempatkan gigi mereka pada risiko yang lebih besar. Seiring dengan mempengaruhi gigi Anda, menggigit kuku dapat merusak jaringan gusi Anda.

6. Berisiko Bruxism

Orang yang menggigit kuku mereka saat stres bisa beresiko lebih besar untuk bruxism, menurut Academy of General Dentistry. Mereka yang memiliki kebiasaan menggigit kuku bahkan dapat mengunyah pensil atau mengepalkan gigi mereka selama masa stres atau kecemasan ketika tangan mereka sibuk dalam kegiatan lainnya.

Mengepalkan gigi mereka dapat menempatkan seseorang pada risiko lebih besar untuk bruxism. Bruxism atau gigi grinding disengaja atau mengepalkan gigi dapat menyebabkan nyeri wajah, nyeri rahang, otot tegang, sakit kepala kronis dan gigi sensitif.

7. Gangguan kualitas hidup

Mengigit kuku dikaitkan dengan keadaan emosi seseorang dan adalah kebiasaan umum dipraktekkan selama stres, kecemasan dan kebosanan. Menurut sebuah studi tahun 2007, menggigit kuku terjadi pada orang dewasa muda sebagai akibat dari kebosanan atau stress menghadapi masalah yang sulit, yang mungkin mencerminkan keadaan emosi tertentu.

Baca juga:

(mw/kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *