7 Kandungan Berbahaya Dalam Minuman Soda

by

Soda, juga dikenal sebagai minuman ringan, minuman berkarbonasi dan minuman manis, biasanya berisi air berkarbonasi, pemanis dan penyedap alami atau buatan. Soda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet dan bahan-bahan lainnya.

Seiring dengan rasanya, ketersediaannya yang mudah dan harganya yang rendah, strategi pemasaran yang cerdas telah membuat minuman bersoda sangat populer. Bahkan, banyak orang yang kecanduan soda.

7 Kandungan Berbahaya Dalam Minuman Soda
Ketika Anda minum soda, hal pertama yang menyerang selera Anda adalah rasa manis. Hal ini disebabkan karena soda tinggi kandungan gula. Ini adalah fakta bahwa gula berlebihan adalah buruk bagi kesehatan Anda.

Gula berlebihan meningkatkan kadar insulin, yang dapat menyebabkan diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, penuaan dini dan banyak efek samping negatif. Plus, sama sekali tidak ada nilai gizi dalam soda.

Bahkan, asupan soda berlebih telah dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan, termasuk obesitas dan kesehatan gigi dan masalah sendi. Berikut adalah bahan beracun dalam soda yang membahayakan kesehatan Anda.

1. Asam fosfat

Asam fosfat merupakan konstituen kunci dalam soda. Hal ini terutama digunakan untuk memberikan rasa yang kuat karakteristik dan untuk menghambat perkembangan jamur dan bakteri dalam soda. Ketika digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi dosis tinggi mengganggu penyerapan tubuh dari mineral kalsium.

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang melemah. Ia bahkan bisa membuat gigi lebih lembek dan lebih rentan terhadap kerusakan. Asam fosfat tinggi hadir dalam minuman soda juga dapat mempengaruhi fungsi perut Anda, yang mengarah ke gangguan pencernaan, gassiness atau kembung.

2. Tinggi fruktosa sirup jagung

Fruktosa sirup jagung tinggi adalah bentuk terkonsentrasi gula yang berasal dari jagung. Karena lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami, sebagian besar produsen soda menggunakannya di tempat gula biasa.

Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam American Journal of Nutrition melaporkan bahwa asupan yang berlebihan dari soda kaya kalori yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi merupakan penyebab utama obesitas.

3. Asam sitrat

Asam sitra adalah bahan berbahaya lain, terutama untuk kesehatan mulut Anda. Masalah terbesar dengan asam sitrat adalah dapat merusak enamel gigi. Kerusakan lapisan pelindung ini dapat membuat gigi lebih rentan terhadap gigi berlubang, perubahan warna dan akhirnya kerusakan gigi. Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam jurnal dari Academy of General Dentistry menyatakan bahwa saat ini asam sitrat dalam soda dapat menyebabkan erosi gigi.

4. Bisphenol-A (BPA)

Botol soda plastik berisi bahan kimia yang disebut bisphenol-A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah karat dan menghilangkan bakteri. Kimia ini memiliki efek kesehatan yang merugikan. Sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam Hypertension menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular yang terkait dengan paparan BPA.

Bahan kimia ini juga menyebabkan gangguan reproduksi pada laki-laki dan pubertas dini pada wanita. Sebuah studi 2014 menyimpulkan bahwa BPA adalah racun reproduksi yang berdampak reproduksi perempuan dan memiliki potensi untuk mempengaruhi sistem reproduksi laki-laki.

5. Natrium benzoat

Natrium benzoat, juga dikenal sebagai E211, digunakan sebagai pengawet dalam minuman ringan serta acar, salad, jus buah, selai dan jelly. E211 dapat menyebabkan kerusakan sel yang serius dan mempercepat penuaan sel.

Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam BioMed International melaporkan bahwa natrium benzoat dapat menyebabkan kerusakan DNA. Toksisitas mutagenik dan sitotoksik dapat terjadi dalam limfosit yang disebabkan oleh pembentukan mikronukleus dan kromosom.

6. Karamel warna dan pewarna buatan

Karamel mewarnai dan memberi warna coklat klasik untuk cola. Ini dan pewarna buatan lainnya yang digunakan dalam soda dapat meningkatkan risiko kanker. Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam PLoS One melaporkan bahwa warna karamel dalam minuman ringan dan paparan 4-methylimidazole dapat meningkatkan risiko kanker dan beban.

7. Kafein

Kebanyakan soda mengandung kafein, untuk menambahkan rasa sedikit pahit dan bekerja dengan baik untuk meningkatkan rasa dari gula dan pemanis. Jumlah kafein bervariasi antara merek soda tapi biasanya antara 34 dan 38 miligram per 12-ons porsi. Kafein berlebih telah dikaitkan dengan masalah kesehatan tertentu.

Sebuah studi 2015 yang dipublikasikan dalam European Society of Cardiology menunjukkan bahwa kafein meningkatkan risiko kardiovaskular pada orang dewasa muda dengan hipertensi ringan. Dengan ini dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi lebih parah dan diabetes di kemudian hari. 


Baca juga:
(mw/kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *