10 Bahaya Kesehatan Kebiasaan Minum Soda

by

Minuman soda adalah minuman yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak. Rasa manis serta kandungan gula yang menyediakan energi instan membuat minuman ini disukai banyak orang dan bikin ketagihan. Menurut data dari National Health and Nutrition Examination Survey, 2005-2008, 50 persen dari populasi dunia mengonsumsi minuman bersoda.

10 Bahaya Kesehatan Kebiasaan Minum Soda
Meskipun sebagian besar bahan dalam minuman soda ini dianggap aman, namun ada banyak bahaya yang tersembunyi di dalamnya yang dapat menyebabkan efek samping. Siapapun bisa merasakan dampak negatifnya, terutama mereka yang mengonsumsi soda secara terus menerus.

Nah, karena minuman ini bersifat adiktif, orang yang kecanduan minuman bersoda butuh alasan yang kuat agar bersedia berhenti mengonsumsi jenis minuman ini. Berikut adalah 10 bahaya yang akan mengintai kesehatan Anda jika terus terusan mengonsumsi minuman soda.

10 Bahaya Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Soda

  • Merusak gigi

Sebagian besar soda yang tersedia di pasar berisi tambahan asam sitrat dan gula, yang tidak baik untuk gigi Anda. Asupan tinggi dari soda bisa merusak penutup enamel pelindung pada gigi dan juga berbahaya bagi gigi dan komposit tambalan, akhirnya menyebabkan gigi berlubang. Ketika dikombinasikan dengan kebersihan mulut yang buruk, hasilnya bisa menjadi bencana.

  • Meningkatkan risiko obesitas

Jumlah gula yang tinggi serta pemanis buatan dalam soda mengandung kalori tersembunyi dan menginduksi seluruh rangkaian respon fisiologis dan hormonal di dalam tubuh. Ini memberikan kontribusi untuk kenaikan berat badan dan meningkatkan lingkar pinggang.

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa minuman manis, terutama soda, memiliki kandungan gizi rendah, meningkatkan berat badan, risiko diabetes, patah tulang dan karies gigi.

  • Mengurangi kekuatan tulang

Kelebihan asupan minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kekuatan tulang berkurang. Hal ini terutama berlaku untuk wanita, yang lebih rentan terhadap tulang lemah dengan usia.

Sebuah artikel 2006 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa wanita yang mengkonsumsi teratur dan diet cola lebih cenderung memiliki tulang pinggul yang lebih lemah daripada mereka yang tidak minum minuman ini.

  • Penyakit jantung

Kelebihan asupan rutin serta diet soda meningkatkan risiko Anda memiliki penyakit vaskular, seperti stroke atau serangan jantung, bahkan menyebabkan kematian. Dalam sebuah studi 2009 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, peneliti melacak kesehatan 88.520 wanita usia 34 sampai 59 selama lebih dari dua dekade.

Mereka menemukan bahwa wanita yang minum lebih dari dua porsi minuman manis setiap hari memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung dibandingkan wanita yang jarang minum minuman manis.

  • Meningkatkan risiko diabetes

Makanan apapun yang memicu kenaikan berat badan secara otomatis meningkatkan risiko diabetes. Soda mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk memproses gula dan menyebabkan kenaikan berat badan, orang yang mengonsumsi minuman bergula ini berada pada risiko yang lebih tinggi dari diabetes.

  • Meningkatkan tekanan darah

Asupan soda tinggi juga diketahui menyebabkan tekanan darah tinggi, yang juga disebut hipertensi dan merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung. Tekanan darah tinggi secara bertahap dapat melemahkan otot-otot jantung, meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung dan serangan jantung.

  • Meningkatkan risiko gout

Gout dapat menyebabkan banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan, dan salah satu alasan di balik itu adalah jumlah tinggi asam urat dalam tubuh. Isi fruktosa diet tinggi dalam soda dapat menyebabkan tingkat asam urat tinggi, sehingga meningkatkan risiko gout.

  • Kerusakan ginjal 

Asam fosfat tinggi serta fruktosa tinggi pada konten sirup jagung dalam minuman soda dapat mempengaruhi seberapa baik ginjal berfungsi. Menurut sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal Clinical of American Society of Nephrology, asupan harian dari dua atau lebih minuman soda secara signifikan meningkatkan risiko merusak ginjal dan menghambat fungsi mereka.

  • Penyebab penyakit liver

Minum terlalu banyak minuman soda tidak baik untuk hati Anda. Kelebihan asupan dapat meningkatkan risiko untuk penyakit hati. Sebuah studi 2008 yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Gastroenterology melaporkan bahwa asupan minuman ringan bisa dihubungkan dengan fatty liver dengan tidak adanya faktor risiko tradisional.

  • Meningkatkan risiko kanker

Pewarna karamel buatan yang digunakan untuk memberikan minuman cola warna cokelat, serta kadar gula tinggi dalam soda, dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Dua kontaminan dalam pewarna karamel, 2-methylimidazole dan 4-methylimidazole, meningkatkan risiko kanker payudara, usus besar, esofagus dan kanker tenggorokan.

Baca juga:

(mw/kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *