7 Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

by

Mendapatkan tidur malam yang baik adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan setiap orang. Tidur yang nyenyak juga baik untuk fisik serta kesehatan psikologis Anda. Pentingnya tidur malam yang baik telah didukung oleh penelitian yang tak terhitung jumlahnya.

Kurang tidur telah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, obesitas, penyakit jantung, demensia, diabetes dan kerontokan rambut untuk tanda-tanda penuaan dini. Namun, banyak orang tidak mendapatkan tidur yang cukup dan nyenyak. 

7 Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tidur Anda, termasuk lingkungan kamar, kasur, tingkat stres Anda, diet Anda dan sebagainya. Namun seringkali, posisi tubuh yang terlupakan, meskipun sebenarnya merupakan kontributor kunci untuk tidur malam yang baik.

Posisi tidur memiliki dampak yang besar pada tidur Anda ditambah kesehatan Anda secara keseluruhan. Posisi tidur Anda sangat mempengaruhi kesehatan Anda. Tidak hanya mempengaruhi bagaimana Anda merasa secara fisik keesokan harinya atau sepanjang hari, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan otak Anda dan berkontribusi untuk gangguan otak seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson.

Selain itu, posisi tidur memainkan peran kunci dalam mengurangi mendengkur, asam refluks, mulas, sleep apnea dan bahkan keriput. Berikut adalah posisi tidur terbaik dan terburuk serta efek mereka pada kesehatan Anda.

7 Posisi Tidur yang Baik dan Buruk bagi Kesehatan

  • Posisi terlentang dengan tangan di samping

Posisi: Berbaring terlentang dengan tangan Anda beristirahat di sisi Anda. Posisi ini juga dikenal sebagai pose tentara. Tidur terlentang biasanya dianggap sebagai posisi terbaik untuk kesehatan tulang belakang Anda, seperti punggung tetap lurus.

Posisi ini mengurangi tekanan pada cakram, sehingga mencegah rasa sakit di leher dan punggung. Tetapi, sleep apnea dan mendengkur adalah masalah umum yang terkait dengan kembali tidur.

  • Terlentang dan posis tangan ke atas

Berbaring telentang dengan lengan beristirahat di samping wajah Anda atau di atas kepala Anda. Tidur posisi ini dianggap sebagai posisi terbaik dalam hal kesehatan tulang belakang dan leher Anda.

Pose khusus ini menempatkan sedikit tekanan pada cakram, sehingga mencegah tulang belakang dan sakit leher. Pada sisi negatifnya, posisi ini dapat mengakibatkan mendengkur. Juga, memiliki lengan dinaikkan di atas kepala Anda dapat menyebabkan rasa sakit karena tekanan pada saraf di bahu.

  • Tidur miring dengan kedua tangan tetap di samping tubuh

Tidur miring dengan kedua lengan diposisikan ke bawah dalam garis lurus di samping tubuh. Hal ini juga disebut sebagai sikap ‘log’. Ini adalah posisi tidur yang ideal untuk tulang belakang, karena menerima dukungan lengkap dalam kurva alami. Tulang belakang lurus tidak hanya mencegah sakit punggung dan leher, tetapi juga mengurangi sleep apnea.

Namun, kaki atas tidak mendapatkan dukungan yang cukup dalam posisi tidur ini, kemungkinan besar bahwa Anda dapat mengembangkan kembali nyeri pinggul di masa depan. Juga, tidur miring dapat menyebabkan penuaan kulit (keriput wajah dan payudara kendur) karena gravitasi. Bahkan dapat menyebabkan sakit leher.

  • Tidur miring dengan kaki ditekuk

Tidur miring, dengan kaki sedikit ditekuk, lengan terlentang dan kepala sedikit miring. Posisi tidur ini juga dikenal sebagai posisi ‘Yearner’. Posisi tidur ini mencegah sakit punggung dan leher. Selain itu, membantu mengurangi mendengkur dan mulas serta refluks asam.

Tapi, tidur posisi ini membatasi aliran darah yang tepat dan menempatkan tekanan pada saraf, yang dapat menyebabkan rasa sakit di bahu dan lengan. Kompresi saraf dapat menempatkan tekanan pada organ internal seperti perut, hati dan paru-paru, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

  • Tidur miring ke kanan atau ke kiri

Tidur di kedua sisi kiri atau kanan Anda. Tidur ini bermanfaat bagi mereka yang menderita sakit leher dan punggung, asam refluks, mendengkur dan sleep apnea. Orang cenderung mendengkur dalam posisi ini, karena menjaga saluran udara terbuka. Postur ini dianjurkan bagi orang yang memiliki sleep apnea.

  • Posisi janin

Tidur semua meringkuk di kedua sisi, dalam posisi seperti bola dengan lutut ditarik ke dada dan dagu miring ke bawah. Posisi ini mengurangi mendengkur hingga batas tertentu. Ini juga merupakan posisi yang baik untuk wanita hamil.

Namun, meskipun posisi ini mungkin cukup nyaman saat tidur, itu bisa menempatkan banyak ketegangan pada leher dan punggung. Hal ini dapat menyebabkan masalah leher dan punggung yang serius, seperti nyeri saraf siatik, di masa depan.

  • Posisi kepala dan wajah ditekuk ke bawah

Jenis posisi tidur ini juga dikenal sebagai pose ‘terjun bebas’. Tidur seperti ini membantu menjaga saluran udara bagian atas lebih terbuka, sehingga mengurangi mendengkur.

Sikap ini bahkan membantu meningkatkan pencernaan untuk tingkat tertentu. Namun, tidur berkepanjangan dalam posisi ini mungkin memiliki dampak negatif pada sistem pencernaan Anda.

Baca juga:

(mw/kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *