8 Bahaya Sabun Antibakteri Bagi Kesehatan

by

Kita tentu sering melihat iklan sabun batang maupun sabun cair yang diberi label ‘antibakteri’. Label antibakteri pada sabun sebenarnya justru menyesatkan konsumen. Sebab, masyarakat akan salah mengartikan label antibakteri dan menganggap sabun tersebut akan menjamin mereka tetap sehat serta melindungi tubuh dari kuman dan bakteri.

8 Bahaya Sabun Antibakteri Bagi Kesehatan
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebuah organisasi pengawas obat dan makanan AS, Food and Drug Administration (FDA) justru merekomendasikan orang untuk menggunakan sabun biasa dan air untuk mencuci tangan.

Hal ini karena sekitar 75 persen dari sabun cair antibakteri dan 30 persen dari sabun batang antibakteri menggunakan bahan kimia yang disebut triclosan. Selain triclosan, bahan kimia berbahaya lain yang ditemukan di sebagian besar sabun antibakteri yakni triclocarban, 2-butoxyethanol, bisphenol A, d-limonene, pewarna, paraben, phthalates dan klorida.

Banyak ahli percaya bahwa penggunaan produk dengan bahan-bahan kimia ini dalam jangka panjang bisa berbahaya bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda harus berhenti menggunakan sabun antibakteri.

Efek Samping Sabun Antibakteri Terhadap Kesehatan

  • Bertindak sebagai endokrin disruptor

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa triclosan, salah satu bahan kimia utama dalam sabun antibakteri, mengganggu kinerja hormon tiroid. Hal ini disebabkan triclosan menyerupai hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid. Dengan demikian, triclosan mengikat reseptor, menyebabkan fungsi tiroid menjadi terganggu.

  • Penyebab ketidakseimbangan hormon

Bahan kimia berbahaya dalam sabun antibakteri dapat mengubah fungsi hormonal dari sel manusia dan hewan. Bahkan, triclosan dapat mempengaruhi kelenjar seperti prostat yang mengatur hormon testosteron. Hal ini dapat menyebabkan prostat tumbuh lebih besar.

Dalam sebuah penelitian tahun 2007 yang diterbitkan dalam jurnal Endokrinologi, peneliti menemukan dua efek utama triclocarban. Pertama pada sel manusia di laboratorium, triclocarban meningkatkan ekspresi gen yang biasanya diatur oleh testosteron. Kedua, ketika tikus jantan diberi makan triclocarban, organ testosteron seperti kelenjar prostat tumbuh besar melebihi normal.

  • Tidak efektif melawan bakteri baru

Salah satu alasan utama konsumen menggunakan produk antibakteri biasanya untuk membunuh kuman dan bakteri. Namun di sisi lain, tubuh tidak secara alami membangun ketahanan terhadap bakteri baru.

Selain itu, seperti dalam kasus antibiotik, penggunaan jangka panjang dari sabun antibakteri justru membuat bakteri menjadi resisten antibiotik. Dengan kata lain, bakteri akan semakin kebal dan tidak gampang mati.

  • Membuat kulit lebih cepat kering

Alasan lain kenapa sabun antibakteri tidak baik untuk kesehatan yaitu sabun antibakteri ini dapat membuat kulit kering. Agen antibakteri yang kuat dalam sabun, triclosan membuat kulit cepat kering.

Hal ini menyebabkan kulit kering yang disertai gatal-gatal, kemerahan, iritasi dan mengelupas. Para ahli justru merekomendasikan sabun herbal yang biasanya mengandung lidah buaya atau minyak kelapa yang baik untuk kelembaban kulit.

  • Membuat rentan terkena alergi

Jika Anda menggunakan sabun antibakteri untuk melindungi anak-anak Anda dari kuman dan bakteri, Anda harus berpikir dua kali. Menurut penelitian, triclosan diyakini menjadi penyebab peningkatan kasus alergi pada anak-anak.

Sabun antibakteri dapat mempengaruhi perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Alhasil, anak Anda lebih rentan terhadap alergi tertentu, terutama demam.

  • Kerusakan perkembangan janin

Triclosan juga dapat menyebabkan masalah perkembangan pada janin. Penggunaan sabun antibakteri secara terus menerus berisiko menyebabkan cacat lahir dan keterlambatan perkembangan setelah bayi lahir.

Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism melaporkan bahwa triclosan dapat secara signifikan memperlambat perkembangan bayi yang belum lahir.

  • Penyebab kenaikan berat badan

Triclosan, agen antibakteri, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. kimia ini sering digunakan oleh petani untuk meningkatkan berat badan hewan ternak.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam PLOS ONE menemukan bahwa seseorang dengan urin yang tinggi kandungan triclosan lebih cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi (BMI).

  • Mencemari lingkungan

Penggunaan dan terlalu sering menggunakan sabun antibakteri yang sarat dengan bahan kimia berbahaya dapat merugikan lingkungan. Bahan kimia dalam sabun ini bisa mencemari saluran air dan berisiko masuk ke dalam tubuh melalui air yang kita minum setiap hari.

Nah, itu tadi beberapa bahaya kesehatan yang ditimbulkan akibat penggunaan sabun antibakteri. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk menggunakan sabun biasa atau sabun herbal yang jelas lebih aman untuk tubuh dan lingkungan.

Baca juga:

(mw/kr)

Informasi Kesehatan:

  • BAHAYA SABUN
  • bahaya sabun cair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *