Cara Mengenali dan Menghitung Angka Ideal Tubuh

by

Menghitung Angka Ideal Tubuh | Jika kamu rajin mencari informasi mengenai berat badan ideal, kamu mungkin akan menemui fakta bahwa banyak ahli gizi yang menyarankan untuk tidak terlalu fokus kepada angka timbangan saat kamu memulai diet sehat.

Hal terpenting adalah mengubah gaya hidup kamu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saat gaya hidup kamu berubah menjadi lebih sehat maka bonus yang kamu dapatkan adalah berkurangnya berat badan dan perasaan bahagia karena memiliki tubuh yang lebih ringan dan sehat.

Saran ini sama sekali tidak salah. Jika kamu termasuk orang yang tidak membutuhkan patokan angka untuk mengurangi berat badan, maka kamu dapat mencoba mengubah gaya hidup dengan cara mengurangi makanan cepat saji yang mengandung persentase lemak tinggi dan mulai memperbanyak waktu olahraga setiap hari.

Namun jika kamu membutuhkan patokan angka agar target diet lebih terukur, kamu dapat menggunakan klasifikasi antropometri yang mudah digunakan seperti perhitungan Body Mass Index (BMI).

Menggunakan Perhitungan Body Mass Index (BMI)

Angka BMI mempermudah kamu melihat tingkat gemuk, normal, atau kurusnya tubuh. BMI didapatkan dengan cara menghitung berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.


Angka BMI belum secara spesifik bisa diterapkan pada tiap populasi di dunia. Berdasarkan penelitian para ahli, setiap etnis memiliki perbedaan persentase lemak tubuh. Karena itu pada tahun 2002 yang lalu, para ahli dari WHO melakukan pertemuan yang bertempat di Singapura dan merekomendasikan bahwa angka batas kegemukan (overweight) pada populasi Asia sebaiknya berada di 23 kg/m2.

Angka ini berbeda dengan angka yang direkomendasikan bagi etnis Kaukasia yang berada di 25 kg/m2. Angka ini diambil dengan pertimbangan perbedaan bentuk tubuh, tinggi dan berat badan, dan tentunya persentase lemak tubuh yang terdapat di dalam tubuh masing-masing etnis. Sementara penentuan angka obesitas diserahkan pada masing-masing negara.

Berdasarkan penelitian tersebut maka angka BMI yang direkomendasikan bagi populasi di Asia adalah sebagai berikut:

Jenis-Jenis Kegemukan

Tingkat kegemukan sangat bervariasi, tergantung kelebihan berat dibanding berat normal. Kondisi kegemukan yang dikelompokkan berdasarkan BMI ini dapat kita lihat sebagai berikut:

# Simple obesity (kegemukan ringan): kegemukan pada tingkat ini terjadi akibat kelebihan berat tubuh sebanyak 20% dari berat ideal.

# Mild obesity: kegemukan ini akibat kelebihan berat tubuh antara 20-30% dari berat ideal. Meskipun belum membawa penyakit tertentu namun sebaiknya perlu diwaspadai karena resiko terkena penyakit akibat kegemukan sudah mulai menghadang.

# Moderat obesity: kegemukan pada tingkat ini diakibatkan oleh adanya kelebihan berat tubuh antara 30-60% dihitung dari berat ideal. Tingkat ini berisiko tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan kegemukan maupun obesitas.

# Morbid obesity: kegemukan akibat kelebihan berat badan hingga lebih dari 60% dari berat badan ideal ini amat berisiko tinggi terhadap berbagai penyakit termasuk penyakit pernapasan, gagal jantung, maupun resiko kematian yang mendadak.

Penyakit yang Timbul Berat Badan Tidak Ideal (Kegemukan)

Penyakit-penyakit yang timbul dan berhubungan erat dengan obesitas antara lain: Penyakit kandung empedu, Diabetes Melitus tipe II, Hipertensi (Darah tinggi), Gangguan tidur, Osteoarthritis, Stroke, jantung koroner, kanker rahim, kanker payudara, dan kanker kolon.


Jika setelah berhitung kamu menemukan fakta bahwa kamu kegemukan, jangan dulu panik. Kamu baru saja akan memulai rencana hidup sehat. Sebaliknya, jika berat badan kamu ternyata di bawah normal, kamu juga perlu berhati-hati.

Berat badan yang kurang dapat berarti tubuh kamu kekurangan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan daya tahan tubuh, anemia, bahkan osteoporosis dini akut. Karena itu tetaplah fokus pada apa yang akan kamu kerjakan selanjutnya.

Berikut adalah tanda-tanda klinis yang dapat ditemukan berhubungan dengan status nutrisi dalam tubuh kamu:

Bagaimana pun bentuk tubuh kamu saat ini, sangat penting untuk mengetahui bahwa menjaga tubuh agar selalu berada dalam kondisi normal dan sehat sangatlah penting agar kita dapat menghindari risiko penyakit yang datang menghadang akibat rentannya tubuh yang tidak dijaga dengan baik.

(mw/cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *