Mengapa Kita Gemuk?

by

Mengapa Orang Bisa Gemuk | Setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung sejumlah kalori. Manusia membutuhkan kurang lebih 2000 kalori setiap harinya.

Kalori ini berfungsi sebagai bahan bakar tubuh untuk mengolah makanan dalam tubuh, mencerna makanan, menyerap zat gizi, dan mentransportasikannya ke seluruh tubuh. 

Penyebab Mengapa Kita Gemuk
Kita mengenalnya sebagai energi. Energi inilah yang membuat tubuh kita mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Tubuh kita membakar kalori tertentu setiap hari dan kalori yang terbakar dalam tubuh setiap orang berbeda-beda.

Banyak masyarakat yang tidak peduli hubungan antara makanan dengan kesehatan. Gaya hidup dan lingkungan juga berperan penting dalam menentukan bobot tubuh yang kamu miliki saat ini. Coba lihat kembali bagaimana cara kamu memilih menu makanan sehari-hari dan ke mana sajakah kamu menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Walaupun banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kegemukan juga dipengaruhi oleh faktor genetika atau garis keturunan melalui orangtua, namun sesungguhnya kita dapat memutuskan atau setidaknya menjaga tubuh kita agar tidak terkena dampak kegemukan akibat genetika tersebut.

Caranya dengan mencari tahu data lengkap mengenai riwayat kesehatan keluarga dan diri sendiri serta menjaga asupan makanan dan gaya hidup yang kita jalani.

Kegemukan Akibat Faddsime

Kegemukan juga dapat terjadi pada seseorang akibat faddisme terhadap suatu jenis makanan ataupun minuman. Faddisme adalah kondisi dimana seseorang lebih menyenangi sesuatu jenis makanan atau minuman tertentu atau biasa juga disebut makanan dan minuman favorit.

Membawa bekal sama sekali bukan pilihan yang praktis, sehingga pilihan makanan jatuh pada menu yang itu-itu lagi setiap hari. Jika kamu mengangguk ketika membaca penuturan ini, maka kamu perlu waspada.

Faddisme (mengikuti tren) makanan dapat menyebabkan hilangkan kebiasaan untuk memilih makanan sehathal ini menyebabkan kurangnya variasi zat dan nutrisi yang didapat oleh tubuh sehingga juga dapat menggangu kesehatan.

Pola makan sehat paling baik diterapkan pada saat sarapan dan makan malam. Menyempatkan sarapan pagi membuat kamu tidak perlu makan berlebihan karena merasa sangat lapar di waktu makan siang.

Memasak sendiri makan malam atau memilih menu makan malam membuat kamu dapat mengurangi pilihan menu berlemak yang biasanya tidak terbakar sempurna di malam hari karena berkurangnya aktivitas yang dilakukan.

Namun tidak dapat dipungkiri, kebiasaan jajan makanan cepat saji menjadikan hidup terasa lebih mudah daripada mengolah dan memasaknya sendiri. Makanan cepat saji yang menyajikan menu-menu tinggi kalori dapat memicu terjadinya kegemukan dengan cepat, apalagi tanpa diimbangi dengan gerak tubuh. Karena itu berhati hatilah memilih jenis makanan yang ingin kamu makan.

Seorang ahli gizi pernah berkata:

“Makanan adalah simbol dari seberapa banyak kita berpikir tentang diri kita sendiri.”

Pemilihan makanan merefleksikan siapa kita, bagaimana status sosial ekonomi yang kita miliki, dan berapa besar uang yang dapat kita habiskan untuk membeli bahan-bahan makanan, dari budaya mana kita berasal, apa saja pantangan makanan yang bertentangan dengan keyakinan yang kita jalankan, serta berbagai faktor lainnya.

Selain mengenai pemilihan makanan yang kita sukai dan tidak kita inginkan, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh juga dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

1. Pengalaman Masa Kanak-Kanak

Lingkungan tempat kita tinggal dan bertumbuh besar serta keputusan orangtua dalam mengenalkan menu makanan kepada anak-anaknya mem berikan efek yang signifikan terhadap pemilihan makanan yang kita makan di kemudian hari.

2. Situasi Sosial yang Terjadi

Pada keluarga tradisional, biasanya ayah menjadi kepala keluarga yang mencari nafkah di luar rumah dan ibu adalah pendamping yang menjaga dan membimbing anak-anak tumbuh serta menjadi penentu menu makanan yang tersaji setiap hari di rumah.

Berbeda dengan keluarga tradisional, saat ini banyak sekali keluarga modern di mana kedua orangtua merupakan pekerja yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu luang sehingga waktu yang tersisa lebih banyak dihabiskan untuk makan di luar rumah.

Meskipun saat ini banyak sekali pilihan makanan yang tersedia, namun tetap akan ada efek negatif dari segi nutrisi yang mengikuti gaya hidup ini.

3. Kondisi Keuangan

Kondisi finansial yang dimiliki oleh keluarga Indonesia sangat memepengaruhi pemilihan menu makanan yang dikonsumsi dalam keluarga tersebut. Tentunya semakin sejahtera sebuah keluarga, semakin besar pula kemungkinan mereka lebih sering makan di luar rumah.

Semakin kecil pendapatan sebuah keluarga, bisa diasumsikan dengan semakin rendah pula tingkat pendidikan orangtua yang menyebabkan kurangnya pengetahuan akan kebutuhan gizi bagi tubuh.

4. Iklan Makanan

Tingginya tingkat exposure melihat, membaca, maupun menonton iklan amat sangat memengaruhi cara masyarakat memilih dan mengonsumsi suatu produk makanan tertentu.

5. Ketidaktahuan Hubungan Makanan dengan Kesehatan

Walaupun memiliki penghasilan cukup, namun belum tentu diikuti dengan pengetahuan gizi yang cukup baik pula. Karena itu masih banyak terdapat kasus yang saling bertumpuk antara kegemukan maupun kurang gizi pada populasi masyarakat di Indonesia.

(mw/cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *